Konsumsi Madu Sebagai Penambah Nafsu Makan Anak

Apakah buah hati Anda enggan makan dan ini kerap membuat Anda frustasi? Sebelum mereka mengalami malnutrisi yang bisa mengganggu tumbuh kembangnya, cobalah memberikan madu setiap hari secara teratur sebagai penambah nafsu makan anak. Tak hanya bisa meningkatkan selera makan, dari riset yang sudah pernah diadakan konsumsi madu pada anak berkhasiat untuk meminimalkan morbiditas mereka terhadap penyakit langganan seperti demam dan pilek. Gizi juga termasuk makanan paling sehat yang mengandung nutrisi  dengan jumlah yang lengkap.

Madu untuk penambah nafsu makan anak

Untuk orangtua dengan masalah anak kurang nafsu makan sehingga kurang energi protein (KEP) ada solusi yang bisa Anda coba dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi di Bogor, yaitu dengan memberikan madu secara teratur setiap hari. Pada sample penelitian, setelah perlakuan kepada obyek selama dua bulan dengan pemberian madu, terlihat bahwa nafsu makan meningkat dengan porsi dan frekuensi makan bertambah dan daya tahan tubuh semakin baik. Penyebabnya karena madu adalah makanan dengan kandungan zat gizi yang lengkap, serta madu juga mempunyai kandungan senyawa dengan karakter antibiotic. Jadi terbukti bahwa madu merupakan penambah nafsu makan anak yang baik.

madu untuk penambah nafsu makan anak

Madu mempunyai kandungan beragam senyawa karbohidrat seperti dekstrin, sukrosa, glukosa, dan gula fruktosa. Balita juga akan mendapatkan suplay energi yang dibutuhkan dari karbohidrat madu tersebut. Kandungan asam amino madu cukup banyak, meskipun kadar proteinnya kecil. Asam amino esensial atau non-esensial dibutuhkan untuk memasok sebagian kebutuhan protein bagi anak.

Madu juga mengandung berbagai vitamin, yaitu vitamin C, B6, B3, B2, dan B1, serta beberapa  jenis mineral, yaitu sulfur, fosfor, tembaga, besi, magnesium, kalsium, natrium, dan kalium. Kandungan mineral madu mirip dengan jumlah mineral yang terdapat dalam darah manusia, sehingga bahan makanan ini sangat cocok untuk memenuhi kebutuhan mineral tubuh.

Tak hanya sebagai  penambah nafsu makan anak, salah satu keunikan madu adalah kandungan antibiotiknya yang mampu memerangi berbagai pathogen pemicu penyakit pada anak. Beberapa penyakit tersebut adalah, saluran pencernakan, masalah lambung, penyakit kulit, batuk, demam, ISPA, gangguan pada paru-paru, hati, dan jantung, juga berbagai penyakit lain yang menyerang syaraf, telinga, dan mata.

Ada 4 aspek yang membuat madu sebagai penghambat aktivitas bakteri, pertama kadar gula madu yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri sehinggaa tak dapat lagi berkembang dan hidup. Madu juga mampu mematikan bakteri karena tingkat keasamannya  yang tinggi. Ketiga, di dalam bahan tersebut terdapat senyawa radikal hydrogen peroksida yang mampu mematikan mikroorganisme pathogen. Terakhir, madu mengandung senyawa organic dengan sifat antibakteri, seperti glikosida, flavonoid, dan polifenol.

Untuk memperoleh manfaat seutuhnya dari madu, anak harus mengonsumsinya secara teratur sebanyak 20 gram setiap hari. Walaupun kaya manfaat, faktanya madu tak diperbolehkan untuk konsumsi bayi usia 0 hingga 6 bulan. Untuk  menjaga kesehatan, stamina, dan penambah nafsu makan anak madu bisa diberikan 1-2 sendok makan per hari. Tapi bila si kecil sedang sakit, Anda bisa memberikannya dalam bentuk larutan agar mempermudah dicerna. Idealnya madu harus dikonsumsi dua jam sebelum makan atau 3 jam setelah makan.

Jika anda ingin mendapatkan manfaat lebih dari Madu, anda bisa memberikan madu yang telah dipadukan dengan bahan lain sebagai vitamin penambah nafsu makan anak. Pemberian vitamin yang mengandung madu ini sebagai upaya lain yang perlu dilakukan untuk mengatasi masalah anak tak mau makan agar terhindar dari malnutrisi.  Selain itu anak juga mendapat manfaat lain yaitu, meningkatnya daya tahan tubuh anak, lebih cerdas sehat dan optimal pertumbuhannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *